floating-Menaker Ungkap Produktivitas...
Menaker Ungkap Produktivitas Tenaga Kerja RI Masih 10% di Bawah Rata-rata ASEAN
Menaker Ungkap Produktivitas...
Menaker Ungkap Produktivitas Tenaga Kerja RI Masih 10% di Bawah Rata-rata ASEAN
Selasa, 11 November 2025 - 07:32 WIB
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker ), Yassierli mengungkapkan bahwa produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dibandingkan rata-rata negara-negara di kawasan ASEAN . Hal ini disampaikan Menaker dalam acara Kick Off Pekan Peningkatan Produktivitas yang digelar secara online pada Senin (10/11).

Menurut Yassierli, tingkat produktivitas nasional dalam enam hingga tujuh tahun terakhir tercatat sekitar 10% lebih rendah dari rerata kawasan. Rata-rata produktivitas tenaga kerja ASEAN berada pada level 30,2 ribu dolar AS per pekerja, sementara Indonesia baru mencapai sekitar 28,6 ribu dolar AS per pekerja.

"Kita masih punya tantangan terkait dengan produktivitas tenaga kerja. Ini kita bandingkan produktivitas Indonesia dibandingkan dengan rata-rata negara ASEAN dalam 6-7 tahun terakhir. Kita yang kira-kira 10% di bawah rata-rata ASEAN," katanya.

Baca Juga: Kerentanan Tenaga Kerja Menghadapi Otomasi



Menaker menjelaskan bahwa kondisi ketenagakerjaan saat ini menunjukkan total angkatan kerja mencapai 153 juta orang. Mayoritas pekerja masih berpendidikan tingkat dasar dan menengah. Dari total tersebut, 39% bekerja di sektor formal, 56% di sektor informal, dan 4% tercatat sebagai pengangguran.

Untuk mempercepat peningkatan produktivitas, pemerintah menekankan pentingnya intervensi melalui konsep 4P, yakni people, product, process, dan policy. Keempat aspek tersebut dinilai krusial untuk memperkuat daya saing industri nasional.

"Kita bisa meningkatkan produktivitas ini dengan satu komitmen, satu tekad, satu semangat yang sama bahwa tenaga kerja kita harus bisa, harus mampu memberikan value lebih dari apa yang mereka berikan saat ini dengan intervensi-intervensi yang kita bisa lakukan pada level korporasi," papar Menaker.

Baca Juga: Riset Harvard Temukan Penggunaan AI di Tempat Kerja Mengurangi Produktivitas

Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini berada pada masa bonus demografi. Namun menurutnya, bonus tersebut tidak hanya soal besarnya jumlah angkatan kerja, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi.

"Tentu harapannya bonus demografi ini tidak hanya terkait dengan kuantitas lebih banyaknya angkatan kerja di Indonesia, tapi adalah mereka yang memiliki kualitas yang baik. Dan itu tergambar dari kemampuan mereka untuk menghasilkan value yang lebih besar. Dan itu tergambar dengan produktivitas," jelasnya.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua