JAKARTA - Seorang mahasiswa asal
Palestina , Mahmoud Amjad Muhammad Bolad, sukses mencatatkan prestasi gemilang sebagai wisudawan tercepat
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96.
Bolad menyelesaikan studi pada Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris hanya dalam waktu 1 tahun 27 hari. Prestasi tersebut diraih melalui Program Beasiswa Palestina atau
Muhammadiyah Scholarship for Palestinian Students to Study in Indonesia, sebuah inisiatif kepedulian Lazismu yang bekerja sama dengan Majelis Diktilitbang Muhammadiyah.
Baca juga: Kisah Ravidho, Pria Asal Riau Peraih Gelar Doktor Termuda dan Tercepat UGM Beasiswa ini membuka kesempatan bagi mahasiswa Palestina untuk menempuh pendidikan jenjang sarjana hingga magister di berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia. Selama menempuh pendidikan di UMS, Bolad memperoleh beasiswa penuh dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa Palestina.
Bolad mengungkapkan, pengalaman studi di UMS menjadi momen penting dalam perjalanan akademiknya. Ia mengakui bahwa masa awal perkuliahan tidaklah mudah, terutama karena perbedaan bahasa dan budaya. Namun, suasana kampus yang kondusif serta keramahan sivitas akademika UMS dan masyarakat Solo membantunya beradaptasi dan terus termotivasi.
Baca juga: Kisah Adi, Wisudawan Terbaik Program Doktor UM dengan IPK 4 “Kesempatan ini sangat berharga bagi saya dan menjadi titik penting dalam perjalanan akademik,” ujar Bolad, dikutip dari laman Muhammadiyah, Minggu (28/12/2025).
Wakil Rektor I UMS, Ihwan Susila, menyampaikan rasa bangga atas capaian Bolad. Ihwan menilai kisah Bolad dapat menjadi inspirasi serta memperkuat peran UMS dan Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan global dan sumber daya manusia lintas negara.
Sementara itu, Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Shofia Khoirunnisa, menjelaskan bahwa program beasiswa ini juga dilaksanakan melalui kerja sama dengan Baznas dan Quantum Akhyar Institute.
Baca juga: Anak Penjual Es Teh Jadi Wisudawan dengan IPK Tertinggi di UNY, Ini Kisah Betran Yunior Program Beasiswa Palestina sendiri merupakan turunan dari Program Beasiswa Sang Surya, salah satu program unggulan Lazismu di bidang pendidikan.
“Program ini merupakan wujud komitmen Lazismu dalam merespons krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Palestina melalui pendekatan pendidikan,” jelas Shofia.
Selain Bolad, terdapat pula mahasiswa internasional lain yang turut diwisuda, di antaranya Ali Abdul Raoof Taha Al-Maktari asal Yaman, lulusan Program Magister Teknik Kimia.
Ali menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UMS serta jajaran pimpinan universitas yang telah membuka peluang bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.
(nnz)