floating-KPK Minta Alat Canggih...
KPK Minta Alat Canggih untuk OTT, Eks Penyidik: Modus Koruptor Terus Berkembang
KPK Minta Alat Canggih...
KPK Minta Alat Canggih untuk OTT, Eks Penyidik: Modus Koruptor Terus Berkembang
Minggu, 01 Februari 2026 - 16:23 WIB
JAKARTA - Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Praswad Nugraha menyoroti permintaan KPK terkait peralatan yang canggih merupakan alasan yang relevan. Sebab, modus operandi para koruptor juga terus berkembang.

Hal itu disampaikan Praswad merespons pernyataan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto terkait butuh anggaran guna pembaruan alat, termasuk untuk kepentingan operasi tangkap tangan (OTT).

"Berkembangnya modus operandi dan dukungan alat komunikasi yang dimiliki koruptor tanpa diimbangi pembaharuan alat maka akan menghambat pelaksanaan OTT," kata Praswad, Minggu (1/2/2026).

Baca juga: KPK Berharap Dapat Anggaran Besar untuk Beli Alat Canggih agar OTT Lebih Masif



Praswad menilai, permintaan tersebut semestinya dipenuhi mengingat korupsi kerap kali digaungkan sebagai musuh bersama. "Dukungan alat tersebut juga merupakan representasi dari komitmen politik pemerintahan dalam pemberantasan korupsi," ujarnya.

Praswad meyakini, jika hal tersebut dipenuhi maka akan lebih banyak lagi operasi senyap yang dilakukan Lembaga Antirasuah. "Kami optimistis, jika KPK diberikan dukungan alat yang lebih canggih, KPK dapat melaksanakan OTT setidak-tidaknya 30 kali per tahun," ucapnya.

Lihat video: Jejak Korupsi Fee Proyek, KPK Amankan Pajero dan Mercy



Diberitakan sebelumnya, KPK berharap mendapatkan anggaran yang besar. Anggaran ini untuk membeli alat canggih guna mempermudah melakukan Operasi Tangkap Tangan ( OTT ).

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dalam rapat bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Mulanya, Fitroh bicara hambatan paling besar yang dihadapi dalam melakukan OTT. Dia menyebut, salah satunya adalah alat yang dimiliki. "Apa sih sebenernya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang? Ya berikanlah kami alat yang canggih, supaya OTT tidak hanya satu sebulan," kata Fitroh.

Fitroh menyebut, peralatan yang ada saat ini kurang canggih. Bahkan, alat yang ada itu dikatakannya sudah ketinggalan zaman.

"Kurang canggih, Pak, kurang canggih. Ini sudah tidak up to date. Jadi kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat, barangkali OTT (bisa) lebih masif," ujarnya.
(cip)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR