Kompetisi Super League Indonesia musim 2026/2027 dipastikan menghadirkan warna baru. Tidak hanya persaingan antarklub besar, kasta tertinggi
sepak bola nasional juga bakal diramaikan tim-tim yang memiliki afiliasi kuat dengan institusi negara dan tokoh politik nasional.
Setelah Bhayangkara FC lebih dulu identik sebagai klub milik Polri, kini muncul Garudayaksa FC yang dibentuk oleh Prabowo Subianto serta Adhyaksa FC yang berafiliasi dengan
Kejaksaan Agung RI .Garudayaksa FC menjadi fenomena baru sepak bola Indonesia musim ini. Klub yang baru resmi menjadi tim profesional pada Juni 2025 tersebut langsung sukses promosi ke Super League di musim debutnya. Garudayaksa sendiri berawal dari akademi sepak bola yang dibangun Prabowo saat masih menjabat Menteri Pertahanan.
Baca Juga: Profil Adhyaksa FC, Klub Kejaksaan yang Jegal Persipura Promosi Baca Juga: Profil Garudayaksa FC, Klub Bentukan Prabowo Subianto yang Langsung Promosi ke Super League Klub tersebut kemudian berkembang setelah mengakuisisi PSKC Cimahi melalui Kongres PSSI 2025 dan resmi memakai nama Garudayaksa FC. Di bawah arahan pelatih Widodo Cahyono Putro, mereka tampil impresif dengan menjuarai Grup A Championship Liga 2 lewat koleksi 52 poin.
Skuad Garudayaksa juga diisi sejumlah nama berpengalaman seperti Andik Vermansah, Sidik Saimima, Bagus Nirwanto, hingga striker asing Everton Nascimento. Kehadiran pemain senior dan dukungan finansial kuat membuat Garudayaksa langsung menjelma sebagai kekuatan baru.
Selain Garudayaksa, Bhayangkara FC kembali menjadi perhatian publik. Klub yang berada di bawah institusi Polri itu sebelumnya sempat mencicipi sukses besar saat menjadi juara Liga 1 musim 2017. Bhayangkara dikenal sebagai salah satu klub dengan dukungan institusi paling kuat di sepak bola nasional sejak resmi diambil alih Polri pada 2016.
Sementara itu, Adhyaksa FC menjadi klub terbaru yang berhasil menembus Super League. Tim berjuluk Sang Jaksa tersebut memastikan promosi usai menundukkan Persipura Jayapura dengan skor 1-0 dalam laga playoff di Stadion Lukas Enembe.
Adhyaksa FC sendiri awalnya bernama Farmel FC sebelum bekerja sama dengan Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) dan mendapat dukungan Kejaksaan Agung RI. Transformasi itu membuat perkembangan klub melesat cepat. Hanya dalam dua musim, mereka berhasil naik dari Liga 3 hingga kini menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kehadiran Bhayangkara FC, Garudayaksa FC, dan Adhyaksa FC membuat wajah Super League musim depan dipenuhi klub-klub dengan latar belakang institusi kuat. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sepak bola Indonesia semakin dekat dengan kekuatan negara, politik, dan jaringan kekuasaan di luar lapangan.
(sto)