JAKARTA - Komunitas Therion DNA Indonesia yang merupakan konsumen vape maupun rokok elektrik melakukan tes urine. Langkah ini diambil sebagai pembuktian konsumsi vape bebas
narkoba .
Hal itu dilakukan saat menyelenggarakan kegiatan “Halalbihalal Vapers with Therion DNA Indonesia” di Bekasi yang diikuti lebih dari 50 konsumen vape.
Konselor Adiksi Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi Linda mengapresiasi inisiatif tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak adanya indikasi penyalahgunaan narkotika oleh para peserta yang menggunakan vape legal.
Baca juga: GEBRAK Siap Kerja Sama dengan BNN Berantas Vape Narkoba “Berdasarkan tes urine yang telah kita lakukan kepada 50 member (konsumen vape legal), berdasarkan pemeriksaan laboratorium terhadap beberapa golongan NAPZA didapatkan hasil dari seluruh member yang sudah kita lakukan tes hasilnya negatif dan tidak ditemukan tanda penggunaan NAPZA,” ujarnya dikutip, Rabu (20/5/2026).
Mewakili dari BNK Kabupaten Bekasi, Linda memberikan aplaus luar biasa untuk member vapers yang mendukung program pemerintah War on Drugs for Humanity.
Dalam kesempatan sama, Ketua Gerakan Bebas TAR dan Asap Rokok (GEBRAK) Garindra Kartasasmita menilai kegiatan ini sebagai langkah penting untuk meluruskan persepsi publik terhadap produk tembakau alternatif seperti rokok elektronika.
Edukasi harus terus diperkuat agar masyarakat tidak salah memahami produk yang sebenarnya memiliki risiko lebih rendah dari rokok. “Sebanyak 50 orang dites urine dan semua hasilnya negatif. Hasil ini luar biasa dan semoga bisa dilakukan juga di daerah lain. Kita tidak boleh berhenti mengedukasi masyarakat mengenai produk tembakau alternatif,” katanya.
Enggar Dwi Pambudi, pengguna vape sekaligus ketua pelaksana kegiatan menceritakan pengalamannya saat memutuskan meninggalkan rokok dan beralih ke rokok elektronik karena alasan kenyamanan seperti tidak meninggalkan bau pada pakaian dan lingkungan sekitar.
“Saya dulu sempat merokok, lalu beralih ke vape. Salah satu alasannya karena bau asap rokok. Vape ini tidak meninggalkan bau di pakaian atau tangan. Apalagi sekarang saya sudah berkeluarga, jadi lebih nyaman. Badan juga terasa lebih ringan,” ujar Enggar.
Menurut dia, sangat penting tidak menyamaratakan kasus penyalahgunaan dengan penggunaan vape secara umum. Jika pun ada oknum yang menyalahgunakan rokok elektronik, hal tersebut tidak merepresentasikan keseluruhan komunitas dan produk.
“Produk ilegal yang mengandung narkoba pasti bukan produk legal yang berpita cukai. Justru kami mendukung pengawasan ketat agar produk tembakau alternatif tidak disalahgunakan atau dicampur dengan zat terlarang,” ucapnya.
(jon)