JAKARTA - Bittime resmi menggandeng Nobu Bank guna menjembatani sistem keuangan konvensional dengan ekosistem aset keuangan digital. Bittime merupakan platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) .
Dalam agenda media gathering, Bittime bersama Nobu Bank resmi membagikan kolaborasi strategisnya melalui integrasi akses virtual account (VA) Nobu Bank yang kini telah tersedia di platform Bittime. Langkah in dipandang sebagai inovasi Bittime dan Nobu Bank menghadirkan akses investasi
aset digital yang lebih mudah dipahami, praktis, dan dapat diakses kapan saja oleh investor Indonesia.
Baca juga: OJK Targetkan Pasar Modal Sumbang Rp1.812 Triliun untuk Kebutuhan Investasi Nasional Business Director Bittime, Junji Misael menyampaikan bahwa pihaknya berharap untuk dapat memfasilitasi diversifikasi aset investor Indonesia di tengah volatilitas pasar. Terutama melalui
onboarding dari rupiah ke aset digital secara praktis dan efisien, sehingga diversifikasi aset menjadi lebih
accessible.
“Sebagai platform yang menyediakan aset-aset global berbasis tokenisasi, kami berkomitmen untuk menyediakan akses bagi investor untuk dapat dengan seamless berinvestasi 24/7 dan tanpa biaya tambahan (Zero Fee) dengan memanfaatkan IDR swap ke aset USDT. Terutama di tengah kondisi volatilitas dan tekanan pada nilai ekonomi Indonesia saat ini,” katanya, Senin (25/5/2026).
Melalui integrasi ini, pengguna diharap dapat menikmati proses yang lebih
seamless mulai dari transaksi rupiah hingga masuk ke aset digital dan
tokenized global assets dalam satu ekosistem yang lebih efisien. Apalagi, kondisi volatilitas pasar cenderung mendorong investor untuk mencari aset-aset alternatif yang lebih stabil seperti USD, emas dan aset global sebagai aset diversifikasi portofolio sekaligus ‘lindung nilai’. Di saat bersamaan, tokenisasi aset-aset global seperti USD, emas, dan US stocks kini memberikan kemudahan perluasan pilihan investasi karena bersifat fraksional.
Selaras dengan ini, Chandra Lesmana, Head of Universe Merchant Business and Interlink Development Nobu Bank mengatakan, masa depan keuangan akan semakin terhubung antara
traditional finance (TradFi) dan
digital finance. Kolaborasi Bittime dan Nobu Bank menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem finansial yang lebih inklusif, seamless, dan
accessible bagi masyarakat Indonesia.
“Harapannya dengan kolaborasi ini, kami dapat menghadirkan pengalaman investasi digital yang lebih
seamless bagi masyarakat Indonesia. Sehingga dengan ini, Bittime dan Nobu Bank dapat mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan industri ekonomi kreatif Indonesia,” ungkapnya.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan dari kemitraan ini adalah
“Only 10 minutes from Nobu Bank to Bittime. Bittime is the Indonesia's Global Assets Platform”. Di mana, melalui kolaborasi pengalaman pengguna yang kami hadirkan dapat ini lebih cepat dan praktis. Mulai dari pengguna Nobu Bank dapat registrasi di Bittime, menyelesaikan KYC, hingga melakukan transaksi aset digital pertama mereka.
Konsep seluruh transaksi di satu tempat ini memungkinkan pengguna untuk mengakses aset global seperti emas, USD, dan US Stocks berbasis tokenisasi kapan saja dengan lebih fleksibel dengan imbal hasil hingga 10% APY pada token-token terdaftar. Guna merayakan kolaborasi strategis ini, Bittime dan Nobu Bank turut menghadirkan program promosi khusus yang ditujukan bagi para pengguna baru yang ingin memulai langkah investasi mereka.
Baca juga: Jangan Panik Hadapi Guncangan Pasar Kripto! Ini 5 Strategi Wajib Investor di Bear Market Melalui kampanye
cashback, para investor berkesempatan mendapatkan
cashback 20% dengan nilai maksimal mencapai Rp100.000 dalam bentuk $USDT, cukup dengan melakukan deposit pertama menggunakan layanan Virtual Account Nobu Bank. Sebelumnya, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.
Aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.
(poe)