SURABAYA - Kampanye terbuka yang melibatkan banyak massa menjadi catatan tersendiri di tengah pandemi COVID-19. KPU Kota
Surabaya , menyarankan buat dua pasangan calon (paslon) yang bertarung di Pikada Kota
Surabaya , untuk memperbanyak kampanye digital.
(Baca juga: Menyaru Jadi Petugas Satgas COVID-19, Pria Ini Kuras Perhiasan Nenek-nenek )Ketua KPU Kota
Surabaya , Nur Syamsi menuturkan, seluruh tahapan
kampanye masih jalan sesuai rencana. Semua pertemuan harus terbatas, massa yang dihadirkan juga sesuai ketentuan protokol kesehatan. "Protokol kesehatan yang utama, ada banyak cara selain tatap muka tentunya," katanya, Selasa (17/11/2020).
Ia melanjutkan, masyarakat
Surabaya didominasi mereka yang melek teknologi dan Informasi. Makanya, untuk mengetahui program visi misi selain tatap muka juga bisa dilakukan di ruang-ruang digital.
"Ada gayung bersambut dengan
kampanye melalui media sosial. Sehingga frekuensi kerumunan dengan tatap muka bisa dikurangi," ungkapnya.
(Baca juga: Beruang Madu Gemparkan Warga Agam, Kepergok Saat Memanjat Pohon Durian )Nur Syamsi juga menegaskan, esensi
kampanye tentunya penyebaran visi dan misi paslon, bukan mengajak kerumunan. Sepanjang visi dan misi bisa disampaikan pesan tentunya berhasil.
"Ini dari aspek substansinya. Kita dorong terus, selain metode
kampanye konvensional untuk optimalisasi kampanye lewat medsos dan ruang digital lainnya," jelasnya.
(Baca juga: Keterlaluan, 2 Jambret Ini Incar Ponsel Pelajar yang Belajar Daring )Ia juga menambahkan, debat kandidat tahap dua juga akan digelar Rabu (18/11/2020). Serta Debat pamungkas yang akan dilaksanakan pada 5 Desember mendatang. "Kalau
debat kandidat ini bertujuan untuk menyebarluaskan visi-misi pasangan calon," jelasnya.
(eyt)