TERNATE - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jambulah Ternate, Maman Hermawan menjalani pemeriksaan di Satreskoba Polres Ternate. Pemeriksaan itu terkait dengan
pengungkapan kasus narkoba yang selama ini bermuara di Lapas Kelas II A Jambulah.
Baca juga: Selebgram 1,7 Juta Follower Dicokok Polisi terkait Kasus Narkoba "Iya tapi tidak spesifik ke sana secara umum saja. Ya sejenis minta keterangan,
bagaimana di lapas itu? fungsinya seperti apa lapas? itu saja," tutur Maman Hermawan, Senin (1/02/2020).
Pihak lapas menyadarai bahwa,
narkoba yang selama ini mengarah ke Lapas, bermula dari telepon seluler yang dimiliki oleh para napi. "Kalau pembicaraan kami ke telepon seluler ya. Kalau untuk
keberadaan narkoba di satu titik tertentu, itu kan yang tahu penyidik bukan kami di Lapas," terangnya.
Tapi dia memastikan, di Lapas tidak ada narkoba. Apabila ada pegawai yang berbaju (Sipir) terlibat
peredaran narkoba , berarti penghianat di Lapas. "Kalau memang ada seperti itu, sampaikan ke kami dan akan kami tindak," tegasnya.
Baca juga: Dugaan Perselingkuhannya Viral dan Istrinya Nyaris Tewas, JAK: Saya dan Istri Baik-baik Saja Kasatreskoba Polres Ternate, AKP Bahrun Saban menyampaikan, penangkapan yang dilakukan oleh Satreskoba Polres Ternate, selama ini selalu
mengarah ke Lapas , dan kehadiran Kalapas untuk dimintai keterangan.
"Dari sekian yang kami tangkap,
kurir narkoba itu berkaitan dengan warga binaan di Lapas. Sehingga tidak mungkin alat komunikasi itu masuk ke dalam sendiri. Kami membutuhkan penjelasan dari beliau, sejauh mana pengawasan beliau ke dalam warga binaan," kata Bahrun.
Baca juga: Kasus COVID-19 di Blitar Membeludak, Pelanggar PPKM Hanya Ditegur Lisan Selama pengungkapan
kasus narkoba yang dilakulan Polres Ternate, ada sepuluh kasus yang bermuara atau dikendalikan dari dalan jeruji Lapas Jambulah Ternate. "Kalau data kami, hampir sepuluh kasus yang mengarah ke Lapas. Terakhir ada tiga kasus yang berkaitan dengan warga binaan di Lapas," pungkasnya.
(eyt)