LUWU UTARA - Wakil Bupati Luwu Utara,
Suaib Mansur , mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 secara virtual yang dilaksanakan
Kementerian Dalam Negeri , Senin (3/5).
Kegiatan ini juga dihadiri
Wakapolres Luwu Utara , Kompol Amir Madjid, Perwira Penghubung Mayor Arm Syafaruddin, Perwakilan Kejari, Kepala Kantor Kemenag Nurul Haq, Kepala Dinas Perhubungan Abdul Hakim Bukara, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Abdul Hamid dan Kabag Kesra Ari Setiawan.
Baca juga:Inovasi Peta Baper dan Rompi KPK Luwu Utara Masuk Top 30 KIPP Sulsel Rakor dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri),
Muhammad Tito Karnavian . Dalam arahannya,
Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota untuk terus berjuang memutus mata rantai penularan Covid-19.
“Terus konsisten, dan jangan pernah lelah untuk saling mengingatkan. Penularan dan pemutusan mata rantai Covid-19 ada di tangan kita semua,” ujar
Tito mengingatkan semua kepala daerah dan unsur Forkopimda lainnya yang mengikuti rakor ini secara virtual.
Mantan Kapolri ini menegaskan, semua kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah dalam rangka mempercepat
penanganan Covid-19 harus segera diimplementasikan dengan baik, salah satunya adalah kebijakan larangan mudik lebaran.
Baca juga: Antisipasi Pemudik, Pemkab Luwu Utara Akan Aktifkan Posko Perbatasan “Jangan kebijakan-kebijakan yang ada hanya di atas kertas saja, tapi kita ingin melihat
action-nya di lapangan itu seperti apa,” jelas dia.
Tito Karnavian meminta Indonesia harus belajar dari melonjaknya kasus di India. Dia menyebutkan, kasus positif di negara India per 30 April 2021 sudah mencapai 18.376.234 kasus, tertinggi kedua di dunia.
“Di India, satu kematian
akibat Covid-19 setiap 4 menit dan ambulans telah membawa jenazah korban Covid-19 ke fasilitas krematorium darurat, taman dan tempat parkir, di mana mayat dibakar di deretan tumpukan kayu pemakaman,” beber
Tito .
Baca juga: Lokasi Salat Idul Fitri di Luwu Utara Akan Diperbanyak Ia menyampaikan, penyebab melonjaknya kasus di India ada tiga, yakni pemilu tanpa
protokol kesehatan , menggelar event olahraga terbesar di India (cricket) tanpa prokes, dan ritual keagamaan mandi di Sungai Gangga tanpa prokes. Di mana pada kasus ritual keagamaan, ada 1.000 orang dinyatakan
positif Covid-19 .
Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Utara,
Suaib Mansur , saat ditemui usai rakor kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap Covid-19. Meski kata dia, kondisi Luwu Utara saat ini sudah zona hijau.
“Alhamdulillah, kondisi Luwu Utara, semua parameter sudah menuju zona hijau, tapi kita tetap diingatkan untuk satu komando, terkait larangan mudik lebaran,” tutur
Wabup Suaib .
Baca juga: Respons Positif Larangan Mudik, Wabup Lutra: Pertimbangannya Keselamatan Jiwa Ia mengatakan, perintah Presiden melarang mudik harus segera diimplementasikan pada tataran aksi.“Pelarangan mudik harus kita pegang bersama. Kita akan membuat posko penyekatan di perbatasan. Ini langkah nyata yang akan kita lakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden,” terangnya.
Saat ditanya terkait pelaksanaan salat idulfitri, ia menyebutkan tetap dilakukan di lapangan terbuka dengan
protokol Covid-19 yang ketat. “Alhamdulillah, tetap di lapangan terbuka, karena berdasarkan imbauan
Menteri Agama melalui Surat Edaran yang dikeluarkan, bahwa daerah zona hijau boleh melaksanakan salat ied di lapangan terbuka, tapi dengan syarat harus menerapkan
protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya
(luq)