YERUSALEM - Pemerintah
Israel menyetujui pawai kontroversial yang digagas oleh kelompok nasionalis sayap kanan Yahudi dengan rute melalui Yerusalem Timur yang diduduki pada minggu depan. Demikian pernyataan yang dikeluarkan kantor Perdana Menteri
Benjamin Netanyahu .
"Pawai akan diadakan pada Selasa, 15 Juni," kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa kabinet telah menyetujui keputusan tersebut dan acara tersebut akan diadakan dalam format yang disepakati oleh polisi dan penyelenggara, seperti dikutip dari
Al Araby, Rabu (9/6/2021).
Penyelenggara sehari sebelumnya telah membatalkan pawai, yang semula dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, karena ditentang oleh polisi Israel karena rute yang dipilih.
Baca juga: Minggu, Hidup atau Mati Rezim Netanyahu Dipastikan dalam Voting Parlemen Selain itu, seorang pejabat tinggi Hamas memperingatkan Israel agar tidak membiarkan pawai itu mendekati Yerusalem timur dan kompleks
Masjid Al-Aqsa .
Apa yang disebut March of the flags itu sendiri akan berlangsung pada hari Kamis dan dilanjutkan melalui titik-titik yang menjadi hotspot di Yerusalem timur yang diduduki Israel.
Berita pembatalannya datang ketika Khalil Hayya, seorang tokoh senior dari kelompok
Palestina Hamas , memperingatkan pawai itu dapat memicu kekerasan baru. Tidak jelas apakah pembatalan itu terkait dengan pernyataannya.
Baca juga: Hamas Klaim Mampu Hancurkan Tel Aviv Israel dengan 130 Rudal Per Menit Pihak penyelenggara yang berasal dari kelompok sayap kanan menggambarkan pawai sebagai demonstrasi rutin dari kebebasan berekspresi, tetapi banyak kritikus khawatir itu bisa memicu ketegangan yang sudah meradang, yang terjadi sebagai akibat dari pengusiran paksa Israel terhadap warga Palestina di lingkungan Yerusalem Timur Sheikh Jarrah dan Silwan.
(ian)