JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau
PLN mencatat
Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp5 triliun terdiri atas anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp682,69 miliar. Dana PEN tersebut di fokuskan untuk pembangunan
infrastruktur ketenagalistrikan di 5 destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menyebut, pemerintah menegaskan pihaknya untuk menyelenggarakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sesuai permintaan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi dan Kementerian ESDM terkait percepatan pembangunan lima DPSP.
Baca Juga: Produk Lokal di Proyek Ketenagalistrikan PLN Capai Rp33 Triliun Karena itu, terdapat lima DPSP berupa Labuan Bajo, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Borobudur yang masuk dalam alokasi program PMN PLN 2022.
"PMN Anggara Tahun 2022 untuk program PEN Rp682,69 miliar. Tadi kami sampaikan untuk percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan lima destinasi pariwisata super prioritas yang direncanakan akan beroperasi di tahun 2022," ujar Zulkifli dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Rabu (1/9/2021).
Selain untuk PEN, PMN senilai Rp 5 triliun pun dialokasikan perseroan untuk sejumlah proyek kelistrikan di tahun depan. Seperti, biaya belanja modal untuk transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa (lisdes), pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk menunjang program lisdes.
Baca Juga: PLN Diakui Sebagai BUMN Paling Progresif Selamatkan Aset Negara Kemudian, investasi untuk pengembangan transmisi terkait evakuasi daya pembangkit, penurunan BPP, mengatasi kerawanan sistem, sehingga meningkatkan penjualan.
Selanjutnya, investasi pada fungsi transmisi untuk mendukung evakuasi baru pembangkit-pembangkit baru milik PLN maupun IPP ke konsumen. "Selain itu, investasi di sisi distribusi dilakukan untuk mendukung peningkatan penjualan kepada pelanggan baru," katanya.
(akr)