BOGOR -
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, Pemerintah Kota
(Pemkot) Bogor belum menemukan kasus pasien
gagal ginjal akut di wilayahnya. Hal itu dipastikan berdasarkan hasil penelusuran melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor dan rumah sakit.
"Sejauh ini belum ada ginjal akut di Kota Bogor. Sudah cek ke RSUD tidak ada, melalui Dinas Kesehatan juga tidak ada," kata Dedie kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Selasa (1/11/2022).
Baca juga:
Berbedakah Gagal Ginjal dengan Gangguan Ginjal Akut? Begini Penjelasan IDAI Namun, Dedie tetap menunggu jatah obat gagal ginjal akut untuk Kota Bogor. "Kita sedang menunggu alokasi obat ginjal akut pemerintah pusat," ujarnya.
Di samping itu, Dedie juga memastikan, seluruh fasilitas kesehatan di Kota Bogor telah siap apabila ditemukan kasus gagal ginjal akut. Sambil menunggu alokasi obat dari pemerintah pusat.
"Meskipun kita belum ada kasus tapi RSUD kita siap, dokter kita siap, kita menunggu juga obat yang sudah didrop pemerintah pusat," pungkas Dedie.
Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan obat gangguan ginjal akut injeksi, Fomepizole 1,5 ml, dalam bentuk vial telah tiba di Indonesia pada Sabtu 29 Oktober 2022 dini hari.
Baca juga:
Pemkot Bekasi Kekurangan Dokter Spesialis Gagal Ginjal Akut Sebanyak 200 vial didatangkan dari Jepang yang merupakan donasi dari PT Takeda Indonesia. Fomepizole itu dikirim ke instalasi Farmasi Pusat.
(mhd)